Polusi Udara Dapat Memicu Tindakan Kriminal (Penelitian Membuktikannya)


Polusi udara tidak hanya menjadikan problem pada kesehatan tubuh. Tetapi juga bisa memicu terganggunya kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan, problem kesehatan mental, penurunan prestasi di sekolah, dan yang paling mengerikan yaitu memicu tindakan kriminal.





Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 9 dari 10 orang secara rutin menghirup udara yang sangat berpolusi. Selain itu, polusi udara telah menjadikan janjkematian 7 orang setiap tahunnya.





Dan apakah polusi udara juga bisa menjadikan hal yang lain? Memicu tindakan kejahatan misalnya.





Hasil beberapa penelitian berikut ini akan membantu menjawab pertanyaan tersebut:





Penelitian Sefi Roth (Tentang Hubungan Polusi Udara dengan Hasil Ujian Siswa, 2011)





Seorang peneliti di London School of Economics, Sefi Roth, mengamati imbas polusi udara pada kerja kognitif manusia.





Objek penelitiannya yaitu para siswa yang mengerjakan ujian pada hari yang berbeda-beda.





Ujian ini diikuti para siswa dengan tingkat pendidikan yang setara dan di tempat yang sama selama beberapa hari. Disisi lain beliau juga mengukur tingkat kualitas udara.





Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil rata-rata ujian mereka sangat berbeda.





Pada hari dengan tingkat pencemaran udara paling buruk bekerjasama dengan nilai yang paling jelek. Sementara pada hari dengan kualitas udara yang baik, menujukkan sebaliknya.





Tidak
berhenti disitu saja, Sefi Roth ingin mengetahui imbas panjangnya selama 8 sampai
10 tahun mendatang.





Ternyata
mereka yang memiliki prestasi buruk dikala ujian di hari dengan kualitas udara
yang buruk cenderung diterima di universitas yang beperingkat rendah dan
berpenghasilan kecil.





Meski kelihatannya sebuah ujian yang dilalui para siswa mungkin hanya berdampak dalam jangka pendek. Namun ketika hal itu berada dalam fase yang sangat penting dalam hidup bisa berdampak secara jangka panjang.





Penelitian Sefi Roth (2018)





Penelitian
Sefi Roth berlanjut pada tahun 2018 dengan meneliti tindak kejahatan yang
terjadi selama 2 tahun pada 600 distrik lebih di kota London.





Hasilnya menunjukkan bahwa kejahatan kecil banyak terjadi pada hari-hari dimana kualitas udara sedang buruk. Hal ini terjadi tidak hanya di lingkup daerah miskin, tetapi juga daerah elit.





Penelitian Jackson Lu dari MIT (Tentang Hubungan Polusi Udara dengan Tindakan Kriminal, 2018)





Jackson Lu melaksanakan penelitian yang lebih mendetail dengan menilik dokumen selama 9 tahun dan meliputi sebagian besar daerah di Amerika Serikat sebanyak lebih dari 9000 kota. Penelitian ini jauh lebih kompleks dengan mengaitkan faktor populasi, usia, jenis kelamin, dan jenis pekerjaan masyarakat.





Selain itu, dalam penelitianya beliau mencoba untuk menunjukkan sebuah foto kota yang penuh dengaan polusi kepada para penerima penelitian yang berasal dari Amerika Serikat dan India.





Hal ini dilakukan untuk mengamati respon psikologis dari diri mereka.





Respon
yang ditunjukkan para penerima penelitian mengerucut pada bentuk kegelisahan. Bentuk
kegelisahan ini tentu saja sanggup berujung pada tindakan-tindakan yang tidak
baik bahkan bisa jauh lebih buruk.





Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa polusi udara sanggup memicu tindakn kriminal ibarat pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, pencurian, dan penyerangan.





Penelitian Diana Younan (Tentang Dampak Polusi Udara yang Memicu Kriminalitas)





Diana Younan dari University of Southern California beserta rekan-rekannya melaksanakan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa daerah tingkat polusi udara yang tinggi terdapat lebih banyak tindakan kriminalitas.





Saat seseoarang menghirup udara yang berpolusi tentu akan mengurangi jumlah oksigen pada dikala tertentu.





Selain itu udara yang buruk bisa menjadikan iritasi hidung, tenggorokan hingga menjadikan sakit kepala. Semua itu sanggup menurunkan tingkat konsentrasi seseorang.





Polusi
juga bisa menjadikan peradangan di otak, dan merusak struktur otak dan syaraf.
Hal ini terjadi di bab lobus prefontal, yang merupakan area yang berperan
dalam mengendalikan impuls, fungsi kognitif, dan kontrol diri.





Maka dengan terganggunya sistem lobus prefontal seseorang, bisa berakibat terjadinya tindakan-tindakan berupa kriminalitas.










Referensi:







Sumber https://saintif.com

No comments for "Polusi Udara Dapat Memicu Tindakan Kriminal (Penelitian Membuktikannya)"